Minggu, 08 April 2012

Emosi Tengah Malam "SENIN"

Setelah setengah hari di tempatku di guyur hujan, malam ini menjadi lebih dingin dari biasanya. Ah itu sudah biasa, ini bukan yang pertama kali bukan? Tapi bukan itu masalahnya, berawal ku buka malamku dengan melakukan rutinitas di waktu maghrib, shalat, dzikir dan mengaji setelah itu makan malam dan shalat isya. Yah seperti biasa, di minggu malam ini harus membuka buku, besok kan sekolah, setidaknya membaca sekilas pelajaran sudah sampai dimana sambil tak pernah ketinggalan ditemani gadget-gadget yang selalu bersamaku.

Entah tadi siang aku mimpi apa, malam ini aku disuguhi konflik dengan pacarku, cukup sengit, yang sering kali amarah ku mudah tersulut kali ini tidak, tak cukup alasan untuk aku marah, maka dari itu aku cukup bersabar menjelaskan memberi tahu seperti apa pemahaman ku dan berharap tak slah paham lagi, maslahnya? Haha sangat sepele. Sudahlah, aku sudah mampu mengatasinya semua itu sudah tuntas dan kembali baik-baik saja.

Aku kira konflik dan penyelesaian yang gemilang itu (haha gemilang, lu kira prestasi -,-) akan menjadi penutup kisahku hari ini, oh ternyata tidak. Aku masih ditemani pacarku, sampai akhirnya pukul 00.00 WIB pun terlewati, sekitar 16 menit kemudian aku hampir tidur, nyawaku hampir melayang, tapi bukannya aku terlelap malah mataku terbuka dengan tersentak, ditengah-tengah perjalanan menuju alam tidur seseorang berteriak diluar sana, teriakkannya tidak begitu panjang namun begitu kuat, aku kaget dibuatnya.
Kantuk ku hilang, aku masih santai, mencoba menyimak dengan seksama, mencoba mencari tahu suara siapa yang berusan berteriak itu. Kemudian aku kabari pacarku karna memang dia belum tidur, dia bilang aku rileks saja, pejamkan mata ayo lekas tidur kembali, itu sama sekali tak ku turuti, bukannya ngeyel tapi sekarag emosiku terpancing setelah orang itu berteriak untuk yang kedua kalinya, kali ini teriakkannya seperti teriakkan orang yang sedang kesal, emosi ku memuncak, tadinya aku hendak keluar langsung mencari tahu siapa orang itu, tapi ku urungkan niatku karna tak begitu bulat, niat ku bulat akan ku cari esok pagi saja, lagi pula sepertinya ayah juga terbangun dan mencari tahu siapa yang berteriak, suara pintu kamar ayah terdengar ketika ayah membukanya bahkan suara langkah-langkah kaki ayah pun terdengar karna begitu sunyi nya malam ini, aku coba panggil "ayah" tapi ayah tak menjawab kemudian aku dengar suara pintu kamar ayah tertutup.

Beberapa menit berlalu aku malah merasa takut sendiri dengan keadaan remang-remang karna lampu utana ku padamkan, aku kesal lalu aku bangun dan nyalakan lampu utama supaya terang, sebagai bentuk kekesalan ku, aku naikkan volume dari pemutar musikku, tak main-main, hampir 80% , yang aku tahu tadi 30% pun sudah keras sekali karna malam hari yang sunyi. Aku begitu kesal, rasa kantukku benar-benar hilang.

Beberapa menit kemudian Ibu membuka pintu kamarku dan berkata "Ka jangan keras-keras musiknya", keadaanku yang sedang berada dipuncak amarah lalu menjawab "Tadi ada orang teriak, kaka mau tidur juga jadi ilangkan ngantuknya." aku seperti tak sadar aku sedang bicara dengan siapa, tapi mungkin ibu mengerti, ibu tak menyuruhku lagi untuk tidak memutar musik keras-keras, ibu lalu menutup kembali pintu kamarku dengan pelan-pelan.

Rasa kantukku belum juga datang, Ya Tuhan esok adalah hari senin, jadwalku untuk sekolah dan aku berangkat pagi hari, dalam benak ku sedikit mengeluh, sudahlah mungkin malam ini aku tak tidur, jawabku juga dalam hati agar aku berhenti mengeluh tak berguna.
Kemudian setelah itu ada yang membuka pintu kamar ku kembali, ternyata ayah yang kali ini datang, dengan memperlihatkan ekspresi wajah silau karna kamarku yang terang ayah berkata "Kaka, jangan kecilkan volume musiknya, ini udah malam." perintah ayahku, tapi amarah ku masih dipuncak, lalu aku menjawab "Tadi ada orang teriak, kaka mau tidur jadi gak bisa tidur." jawabku kepada ayah. Mendengar jawabanku ayah hanya tersenyum kemudian menutup kembali pintu kamarku dengan pelan.

Sampai akhirnya kuputusankan saja untuk bangun dari tempat tidurku dan mengambil posisi duduk menyalakan laptop dan mengaktivkan paket flash dari Handphone ayah, karna paket flash ku habis.
Aku mulai membuka Mozila Firefox dengan home page yang baru yaitu http://www.google.com setelah sebelumnya sebuah game online di Facebook menjadi home pagenya.
Langsung saja aku inputkan "Login Blog" lalu enter, satu kali klik, masukkan password dan mulai membuat entri baru di blog ku ini, ya inilah entri barunya.

Sebenarnya aku sama sekali tak suka tak biasa menjawab/membantah intruksi orang tua tapi kali ini aku benar-benar emosi, dan alhamdulillah ternyata ayah dan ibu pun mengerti, mereka tak menginstruksikannya dua kali, malah respon mereka terbilang lucu, setelah aku menjawab seperti itu mereka malah langsung pergi lagi.

Kenapa aku begitu berani melakukan hal ini? Aku berada dalam posisi tidak bersalah, aku berani karna aku tidak salah, siapapun lawannya kalau aku tidak salah aku berani, itu yang selalu ayah ajarkan padaku sejak kecil pada anak-anaknya.

Kemudian, jika hak ku sudah diganggu maka jangan harap hak orang yang mengganggu ku akan tentram, besok akan ku cari orang itu, sekalian saja jika alasannya tak masuk akal ambil saja hak hidupnya (hah? bunuh maksud lo?) ya tidak sampai segitunya juga.
Bicara tentang hak aku kemudian sadar, jika aku metutar musik dengan suara keras maka aku pun telah mengganggu hak orang lain, yang mana hak orang-orang yang ku sayangi yang sama sekali tak ada kaitannya dengan orang yang berteriak tak jelas itu, dengan segera aku kecilkan volume pemutar musikku, sekarang suaranya sekitar 10% tapi rasanya itu masih keras sekali ya sudah ku putuskan untuk memutar musik melalui headphone saja.

Cukup sampai disini pendokumentasian kejadian yang membuat emosiku memuncak.
Suatu hari aku membaca ini pasti aku akan malu, sudah berani menjawab intruksi ayah dan ibu, esok hari aku akan minta maaf.

Maaf juga kepanjangan.

2 komentar:

  1. sayyanngg :)) kan ╭(^▽^)╯lain kali jangan emosian yahh.. kasian ayah sama ibu yang mau istirahat ,udah dnasehati jugga kan :)

    ( bersambung )
    "Keesokkan harinya murung dan diemin pacar, hari-hari jadi dijalani seperti biasa saja. Walaupun di sekolah juga ada sosialisasi dan banyak yang mintakan no.handphone aku tapi tiba-tiba pacar ngambek lagi -o-". Tapi cukup terkendali karena sore ini aku mengajaknya untuk k Gramedia ( dalam maya ) hemmfff,..tanpa disadari aku terlelap dan tak memperdulikan pacarku yang tengah kwatir tentang keadaanku. Oh, ternyata dia juga mengerti, hari senin adalah jadwalnya untuk mengajar Visya & Vidya, murid terlucu yang katanya dia punya sampai saat ini. Kita mau belikan mereka es krim coklat lohh, yaa 3 cewe' ini favorit banget dengan coklat :d ( termasuk pacar ). Akhirnya semua kembali seperti semula sampai -Happy Ending- lagi. (*^▽^*)"

    BalasHapus