Minggu, 08 April 2012

Emosi Tengah Malam "SENIN"

Setelah setengah hari di tempatku di guyur hujan, malam ini menjadi lebih dingin dari biasanya. Ah itu sudah biasa, ini bukan yang pertama kali bukan? Tapi bukan itu masalahnya, berawal ku buka malamku dengan melakukan rutinitas di waktu maghrib, shalat, dzikir dan mengaji setelah itu makan malam dan shalat isya. Yah seperti biasa, di minggu malam ini harus membuka buku, besok kan sekolah, setidaknya membaca sekilas pelajaran sudah sampai dimana sambil tak pernah ketinggalan ditemani gadget-gadget yang selalu bersamaku.

Entah tadi siang aku mimpi apa, malam ini aku disuguhi konflik dengan pacarku, cukup sengit, yang sering kali amarah ku mudah tersulut kali ini tidak, tak cukup alasan untuk aku marah, maka dari itu aku cukup bersabar menjelaskan memberi tahu seperti apa pemahaman ku dan berharap tak slah paham lagi, maslahnya? Haha sangat sepele. Sudahlah, aku sudah mampu mengatasinya semua itu sudah tuntas dan kembali baik-baik saja.

Aku kira konflik dan penyelesaian yang gemilang itu (haha gemilang, lu kira prestasi -,-) akan menjadi penutup kisahku hari ini, oh ternyata tidak. Aku masih ditemani pacarku, sampai akhirnya pukul 00.00 WIB pun terlewati, sekitar 16 menit kemudian aku hampir tidur, nyawaku hampir melayang, tapi bukannya aku terlelap malah mataku terbuka dengan tersentak, ditengah-tengah perjalanan menuju alam tidur seseorang berteriak diluar sana, teriakkannya tidak begitu panjang namun begitu kuat, aku kaget dibuatnya.
Kantuk ku hilang, aku masih santai, mencoba menyimak dengan seksama, mencoba mencari tahu suara siapa yang berusan berteriak itu. Kemudian aku kabari pacarku karna memang dia belum tidur, dia bilang aku rileks saja, pejamkan mata ayo lekas tidur kembali, itu sama sekali tak ku turuti, bukannya ngeyel tapi sekarag emosiku terpancing setelah orang itu berteriak untuk yang kedua kalinya, kali ini teriakkannya seperti teriakkan orang yang sedang kesal, emosi ku memuncak, tadinya aku hendak keluar langsung mencari tahu siapa orang itu, tapi ku urungkan niatku karna tak begitu bulat, niat ku bulat akan ku cari esok pagi saja, lagi pula sepertinya ayah juga terbangun dan mencari tahu siapa yang berteriak, suara pintu kamar ayah terdengar ketika ayah membukanya bahkan suara langkah-langkah kaki ayah pun terdengar karna begitu sunyi nya malam ini, aku coba panggil "ayah" tapi ayah tak menjawab kemudian aku dengar suara pintu kamar ayah tertutup.

Beberapa menit berlalu aku malah merasa takut sendiri dengan keadaan remang-remang karna lampu utana ku padamkan, aku kesal lalu aku bangun dan nyalakan lampu utama supaya terang, sebagai bentuk kekesalan ku, aku naikkan volume dari pemutar musikku, tak main-main, hampir 80% , yang aku tahu tadi 30% pun sudah keras sekali karna malam hari yang sunyi. Aku begitu kesal, rasa kantukku benar-benar hilang.

Beberapa menit kemudian Ibu membuka pintu kamarku dan berkata "Ka jangan keras-keras musiknya", keadaanku yang sedang berada dipuncak amarah lalu menjawab "Tadi ada orang teriak, kaka mau tidur juga jadi ilangkan ngantuknya." aku seperti tak sadar aku sedang bicara dengan siapa, tapi mungkin ibu mengerti, ibu tak menyuruhku lagi untuk tidak memutar musik keras-keras, ibu lalu menutup kembali pintu kamarku dengan pelan-pelan.

Rasa kantukku belum juga datang, Ya Tuhan esok adalah hari senin, jadwalku untuk sekolah dan aku berangkat pagi hari, dalam benak ku sedikit mengeluh, sudahlah mungkin malam ini aku tak tidur, jawabku juga dalam hati agar aku berhenti mengeluh tak berguna.
Kemudian setelah itu ada yang membuka pintu kamar ku kembali, ternyata ayah yang kali ini datang, dengan memperlihatkan ekspresi wajah silau karna kamarku yang terang ayah berkata "Kaka, jangan kecilkan volume musiknya, ini udah malam." perintah ayahku, tapi amarah ku masih dipuncak, lalu aku menjawab "Tadi ada orang teriak, kaka mau tidur jadi gak bisa tidur." jawabku kepada ayah. Mendengar jawabanku ayah hanya tersenyum kemudian menutup kembali pintu kamarku dengan pelan.

Sampai akhirnya kuputusankan saja untuk bangun dari tempat tidurku dan mengambil posisi duduk menyalakan laptop dan mengaktivkan paket flash dari Handphone ayah, karna paket flash ku habis.
Aku mulai membuka Mozila Firefox dengan home page yang baru yaitu http://www.google.com setelah sebelumnya sebuah game online di Facebook menjadi home pagenya.
Langsung saja aku inputkan "Login Blog" lalu enter, satu kali klik, masukkan password dan mulai membuat entri baru di blog ku ini, ya inilah entri barunya.

Sebenarnya aku sama sekali tak suka tak biasa menjawab/membantah intruksi orang tua tapi kali ini aku benar-benar emosi, dan alhamdulillah ternyata ayah dan ibu pun mengerti, mereka tak menginstruksikannya dua kali, malah respon mereka terbilang lucu, setelah aku menjawab seperti itu mereka malah langsung pergi lagi.

Kenapa aku begitu berani melakukan hal ini? Aku berada dalam posisi tidak bersalah, aku berani karna aku tidak salah, siapapun lawannya kalau aku tidak salah aku berani, itu yang selalu ayah ajarkan padaku sejak kecil pada anak-anaknya.

Kemudian, jika hak ku sudah diganggu maka jangan harap hak orang yang mengganggu ku akan tentram, besok akan ku cari orang itu, sekalian saja jika alasannya tak masuk akal ambil saja hak hidupnya (hah? bunuh maksud lo?) ya tidak sampai segitunya juga.
Bicara tentang hak aku kemudian sadar, jika aku metutar musik dengan suara keras maka aku pun telah mengganggu hak orang lain, yang mana hak orang-orang yang ku sayangi yang sama sekali tak ada kaitannya dengan orang yang berteriak tak jelas itu, dengan segera aku kecilkan volume pemutar musikku, sekarang suaranya sekitar 10% tapi rasanya itu masih keras sekali ya sudah ku putuskan untuk memutar musik melalui headphone saja.

Cukup sampai disini pendokumentasian kejadian yang membuat emosiku memuncak.
Suatu hari aku membaca ini pasti aku akan malu, sudah berani menjawab intruksi ayah dan ibu, esok hari aku akan minta maaf.

Maaf juga kepanjangan.

Kamis, 22 Maret 2012

42 Fakta Tentang Seorang Ayah yang Harus Kamu Tahu

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang...tapi ia sukar meminta bantuan.

12. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~

13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu

16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya

17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

20. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

22. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.....
23. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...

24. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....

25. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

26. Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata ,,tidak"

27. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

28. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

29. Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

30. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....

31. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....

32. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

33. Ayah tidak suka meneteskan air mata .... ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

34. ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

35. tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

36. Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

37. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

38. Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

39. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....

40. Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...

41. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....

42. Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Kamis, 15 Maret 2012

Intermezo Hahaha

Judulnya aneh ya? Ya aku ngerasa aku gak bakat buat ngasih judul, kebiasaan kalo bikin puisi juga puisinya dulu dan jarang-jarang dikasih judul, palingan cuma waktu pembuatannya aja.

Yah begini ceritanya, tadi aku cerita tentang respon aku  setelah baca cerpen yang menyakitkan itu kan , aku nulis itu bolak-balik sambil ngerjain yang lainnya juga, waktu aski-asik ngetik, inspirasi membeludak tiba-tiba perutku sakit, mules si tepatnya hahaha. Ini ceritanya agak jorok, aku sarankan mending gakusah baca deh.

Aku tahan dan tunggu sampe bener-bener mules bgt sambil terus lanjutin ngetik siapa tau malah ilang gak jadi mules gitu, karna disini tadi airnya mati gak ngalir, Bang Risnan sama Dek Dika aja belum mandi dari sore gara-gara gak ada airnya.

Aduh, udah mules banget asli, aku langsung ke kamar mandi aja, gak langsung beraksi, aku liat air di bak sedikit lagi, ada sekitar 20 cm lagi tingginya, haaaaaa galau deh aku gimana in gimana kan, hahahaha.
Melihat kondisi air yang sangat memperihatinkan aku gak jadi beraksi dan aku balik lagi ke kamar, baru nutup pintu kamar aku bener-bener udah gak kuat nahan aku balik lagi kekamar mandi, dengan sedikit ragu aku beraksi, waktu aku *********************************(sensor aja yah,hahahaha) tiba-tiba air dari kran nyembur kenceng bgt karna emang di fullkan biar bak penuh klo air udah ngalir lagi, aku disana bersyukur bgtttttttttt hahahaha, aku ketawa-ketawa aja sendiri.

Udah selesai, sekalian aku sikat gigi aja biar ntr gak balik2 lagi, wudhu seperti biasanya.
Bang Risnan sama Dek Dika langsung nunggu di ruang TV, waktu aku muncul Bang risnan bilang "Coba dari tadi aja kamu itu BAB nya, lengket semua tau badan abang ini". "Iya kaka ini" sambung Dek Dika sambil garuk-garuk punggung, gatel kali ya, aku ketawa-ketawa aja.

Hahahahaha

Responku Setelah Membaca Rangkaian Cerpen Tadi

Aku tak pernah tau sebelumnya kalau pacarku (sekarang udah mantan) itu memiliki sebuah blog, dia tidak pernah bercerita ttg hal ini ke padaku, sampai akhirnya aku menemukannya sendiri. Ketika itu aku sedang benar-benar terjatuh, aku yang setahun belakangan ini menemani dia, memberi motivasi dia, meredakan tangisan dia sekarang (bukan sekarang yang sebenarnya) dia yang buat aku hancur, dia ninggalin aku dengan begitu santainya, ini bukan pacarku yang ku kenal sebelumnya.

Ya yang kali ini putus emang karna dimarahin ayahnya dia, serem gila,hahaha, capek deh -,-
Sebelumnya juga pernah disuruh putus sama abangnya, kita putus tapi balikan lagi.

Udah aku jatoh banget (bahsanya jadi berubah nih) ditinggalin gitu aja eh aku nemuin kayak gituan di blog dia.
Aku tau awal jumpa mereka di Facebook, bahkan aku baca percakapan mereka di Inbox Facebook eks pacarku itu. Jujur, aku langsung cemburu tapi dia bilang itu teman lamanya yaudah oke aku sabar aja. Semenjak mereka berhubungan via HP aku jadi gak tau mereka ngomongin apa aja, sampe suatu hari aku yang gampang marah malah marah besar dan lagi dan lagi dan lagi aku bilang "PUTUS" yaaa itu udah kebiasaan, entar juga balikan lagi, biasanya juga gitu, tapi eh ini malah beda, dia cuek-cuek aja, ternyata mereka berdua makin deket, dan suatu hari dalam kondisi kita PUTUS itu aku lihat di Facebook eks pacarku ada foto huruf Kanji yang artinya dalam Romaji itu "KEVIN" aku gak tau klo itu artinya kevin, aku tau setelah aku tanyakan sama eks pacarku itu dia jawab dengan rasa enggan memberi tahu, tapi akhirnya dia beri tahu juga, aku disana marah semarah-marahnya, aku bilang aku kecewa, aku disini nungguin dia, dia malah asik-asikan sama temen lamanya.

Dari sana aku mulai cuekin dia, tapi akhirnya aku ngejar-ngejar dia lagi, keenakan temen lamanya itu kalo dibiarin (karna emg waktu itu masih sayang sama eks pacar aku itu), demi apapun yang kali ini luar biasa sulit, sampe 1 minggu aku digantungin (untung gak mati deh ya) eh ternyata temennya itu nembak juga jadi dianya bingung, aku kebetulan deket sama temen sekelasnya eks pacar aku itu dan kita baik komunikasinya, aku cerita aja sama dia (temen sekelasnya eks pacar aku) ternyata eh ternyata dia lebih memihak sama aku, dia bilang "Jujur aja ya aku lebih condong ke kamu, dia beruntung aja dateng disaat keadaannya kayak gini" dan bla bla bla pokoknya motivasi aku aja, dukung penuh.

Sampai akhirnya aku yang menang, HAHAHAHA.

Dekettttttt bgt lagi aku sama eks pacar aku itu, mereka udah gak hubungan lewat HP lagi karna emg eks pacar aku itu sibuk (org sms aku aja jarang -,-) nah mereka komunikasi lewat msg facebook lagi, aku liat baca dan panas bgt rasanya, aku gak suka, aku bilang "kamu mau ngobrol sama siapa aja boleh asal jgn sama dia, sakit tau" dia langsung hapus semua rangkaian pesannya sama temen lamanya itu, dari situ kita mulai hidup tenang ya sampai akhirnya putus juga kali ini bener-bener putus.

Ternyata yaaa temen lamanya itu nusuk juga, padahal juga ya kita temenan baik dan didepan aku dia emang baik suka ceritain eks pacar aku waktu kecil, pernah cerita gini "Dulu itu ya nana itu suka sama aku waktu SD itu" haha gila parah dia sms kayak gitu, emg lagi cerita-cerita si, aku ketawa-ketawa aja.

Nahhh, mungkin yang bikin CERPEN tadi itu anak ini, aku sedikit gak enak juga, kalo misalnya eks pacar aku lebih milih aku gara-gara aku sakit-sakitan. Makannya semenjak aku masuk Sekolah Menengah Atas Sederajat aku rubah total identitas aku, aku jadi anak yang biasa-biasa aja, aku sekolah dimana di sekolah itu gak ada  dari SMP yang sama, dengan begitu gak ada orang yang tau kehidupan aku yang sebenarnya, aku takut aku banyak teman cuma gara-gara anugrah Tuhan yang luar biasa padaku dan keluargaku, ternyata tidak, sekarangpun au banyak teman tanpa mereka tau kehidupan ku yang sebenarnya. TAPI aku tidak bermaksud menutup-nutupi ya.

Sekarang aku udah punya Pacar baru, aku sayaaaaaang banget sama dia, dan eks pacar aku itu dateng lagi dan bilang gak bisa move on dari aku meskipun udah nyoba berulang-ulang kali. (Gak jelas ujungnya)

Cerpen : Kuingin Nana Kecilku (Last Part)

Semenjak pertemanan di dunia maya itu kami kembali dekat.Aku dan dia sekarang adalah SMA, bukan lagi anak SD yang masih lugu. Sekelebat perasaan aneh itu kembali menyelimuti hatiku. Rasa yang dulu sempat bermekaran dihatiku. 
Tapi sekarang keadaan kami sudah sangat berbeda, Nana sudah mempunyai pahlawan baru untuk menjaganya. Aku hanya menyimpan semua rasaku dan mencurahkannya melalui perhatian-perhatian yang masih mampu kuberikan kepadanya walau dengan rasa sesak didadaku.

1 bulan setelah pertemanan kami di facebook, Nana mengabarkan ku bahwa dia baru saja putus dari pacarnya, aku menampakan ekspresi sedih ketika dia menceritakan kronologi putusnya dia dengan pacarnya, walaupun sebearnya aku bahagia dia menyelesaikan hubungannya dengan  pacarnya itu.

Kami semakin dekat, malam itu sangat indah. Aku bermaksud menyampaikan rasa cintaku padanya tapi Nana membuatku mengurungkan niatku. Dia mengatakan bahwa dia telah kembali memulai hubungan yang baru dengan mantan pahlawannya. 

Saat itu pula aku menangis sejadi-jadinya, aku berpikir Nana hanya memanfaatkan aku sebagai pelampiasannya. Tetapi pikiran burukku lenyap ketika dia mengatakan “na senang bisa ketemu Kevin lagi, tapi na gak bisa ninggalin mantan pahlawan Na yang lagi berjuang melawan leukimianya, mungkin ini yang terakhir yang Na bisa kasih untuk orang yang udah gantiin Kevin utuk jaga Na.”

Saat itu aku tersadar,aku harus merelakan Nana kecilku yang sudah menjadi remaja untuk membalas jasa pahlawannya yang telah menjaganya setelah aku meninggalkannya walau aku harus terperosok kedalam jurang yang dalam.

“aku terperosok kedalam jurang terdalam, bukan untuk yang pertama, tapiuntuk kesekian kalinya karena aku harus kembali kehilangan orang yang aku sayangi.”

Cerpen : Kuingin Nana Kecilku (Part 3)

Ada rasa yang begitu asing bagiku ketika main bersama Nana, aku selalu menuruti apa yang dia mau padahal aku adalah seorang yang amat egois, tapi Nana mapu mengalahkan keegoisanku dengan kelembutan dan sikap manjanya. Mungkin aku mencintainya, ya cinta monyet.

∞∞∞∞∞∞∞

“mbak, biasa ya tiramisunya 1.” Aku sangat suka tiramisu, ntah mengapa.Toko ini menjadi toko favoritku, bukan hanya aku tapi juga keluargaku.

Selesai dengan tiramisu yang aku beli ditoko langgananku sepulang sekolah tadi. Aku memutuskan untuk menyibukkan diri dengan jejaring sosial facebook. Aku teringat Nana kecilku. Kuisikan nama lengkapnya kedalam kolom pencaharian.

“Ade Febryana Syahfitri.enter.” muncul satu nama yang cocok dengan keyword yang aku masukan, kucoba yakinkan hatiku bahwa itu Nana temanku yang dulu dengan melihat informasi dan foto yang ada dalam profilnya.
“ ini temanku yang dulu.”sorakku dalam hati. Aku senang dapat menemukan teman kecilku.

Aku pindah kekampung halamanku di Kabupaten Painan, Provinsi Sumatera Barat 3 tahun yang lalu. Tepatnya ketika aku baru memasuki jenjang pendidikan sekolah menengah pertama. Ayahku dipindah tugaskan sehingga aku dan keluargakupun harus ikut pindah tempat tinggal. Sebenarnya sangat berat meninggalkan kota Bandar Lampung, tapi aku tak punya pilihan.

langsung saja ku pilih tombol ‘add as friend’. Berselang 5 menit dia mengkonfirmasi permintaanku. Hatiku sangat senang, aku kembali menemukannya Nana kecilku yang manja.

Cerpen : Kuingin Nana Kecilku (Part 2)

“plaaaak.” Kepalaku terasa sakit. Sebuah pukulan mendarat di kepala belakangku. Aku tertunduk, kubalikan badan. Ternyata Yudha memukulku setelah kuberjaln 3langkah dari kerumunan itu. Aku tak mempedulikannya meski kepalaku terasa sakit. Terus aku berjalan dengan menggenggam erat tangan Nana.

“ makasih ya vin. Kevin gak jahat kayak mereka.” Kata Nana dengan wajah khas anak berumur 9 tahun yang masih sangat polos ketika kami duduk di kursi pnjang didepan kelas.
“sama-sama Na, Kevin gak suka liat mereka jahat sama anak perempuan.” Aku pun menjawab dengan wajar lugu sambil terus memegangi kepalaku yang sakit.
“sakit ya kepalanya?” tanyanya dengan raut wajah penuh penyesalan.
“maaf ya.” Lanjutnya lagi. 

Tiba-tiba dia menangis terisak. Aku bingung, apa yang membuat dia menangis lagi.
“ Na kenapa? Kok nangis lagi?” aku bertanya sambil terus mencoba menenangkannya.
“Kevin, Nana ayo masuk.”suara lembut itu membuat aku menghentikan usahaku menenangkan Nana. 

Kamipun masuk kedalam kelas, tapi perasaanku tidak tenang. Perhatianku tertuju pada Nana yang masih sibuk menyeka air matanya. Tak terasa bel pulang berbunyi. Kutunggu Nana didepan kelas. Akau tak berani menegurnya, aku hanya mampu menjaganya dari belakang dan menunggui dia sampai Ibunya menjemput.

Ntah mengapa Nana selalu membuat aku menjadi pahlawannya,bukan hanya pada hari itu tapi hari-hari sebelumnya dan hari-hari setelah kejadian itu, aku semakin dekat dengan Nana, walaupun sedikit manja, Nana tetap menjadi sosok yang selalu aku ingin temui ketika aku disekolah. 



Bahkan teman-temanku sampai mengolok-olok kami sebagai pasangan yang aneh, padahal kami tidak lebih dari sekedar teman, lebih tepatnya Nana selalu mengangggap aku sebagai kakaknya. Itulah yang membuat aku semakin dekat dengan dia.