Semenjak pertemanan di dunia maya itu kami kembali dekat.Aku dan dia sekarang adalah SMA, bukan lagi anak SD yang masih lugu. Sekelebat perasaan aneh itu kembali menyelimuti hatiku. Rasa yang dulu sempat bermekaran dihatiku.
Tapi
sekarang keadaan kami sudah sangat berbeda, Nana sudah mempunyai
pahlawan baru untuk menjaganya. Aku hanya menyimpan semua rasaku dan
mencurahkannya melalui perhatian-perhatian yang masih mampu kuberikan
kepadanya walau dengan rasa sesak didadaku.
1
bulan setelah pertemanan kami di facebook, Nana mengabarkan ku bahwa
dia baru saja putus dari pacarnya, aku menampakan ekspresi sedih ketika
dia menceritakan kronologi putusnya dia dengan pacarnya, walaupun
sebearnya aku bahagia dia menyelesaikan hubungannya dengan pacarnya itu.
Kami
semakin dekat, malam itu sangat indah. Aku bermaksud menyampaikan rasa
cintaku padanya tapi Nana membuatku mengurungkan niatku. Dia mengatakan
bahwa dia telah kembali memulai hubungan yang baru dengan mantan
pahlawannya.
Saat
itu pula aku menangis sejadi-jadinya, aku berpikir Nana hanya
memanfaatkan aku sebagai pelampiasannya. Tetapi pikiran burukku lenyap
ketika dia mengatakan “na senang bisa ketemu Kevin lagi, tapi na gak
bisa ninggalin mantan pahlawan Na yang lagi berjuang melawan
leukimianya, mungkin ini yang terakhir yang Na bisa kasih untuk orang
yang udah gantiin Kevin utuk jaga Na.”
Saat itu aku tersadar,aku harus merelakan Nana kecilku yang sudah menjadi remaja untuk membalas jasa pahlawannya yang telah menjaganya setelah aku meninggalkannya walau aku harus terperosok kedalam jurang yang dalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar